Skip to content

Apa Itu Rumah Ramah Lingkungan? Ini Ciri & Tips Membangunnya!

Megabuild Indonesia
Diposting 2 hours ago5 menit baca
Rumah ramah lingkungan adalah bangunan yang dibangun dengan mengedepankan kenyamanan penghuni dan kelestarian lingkungan. Simak di sini!

Pernahkah kamu mendengar soal rumah ramah lingkungan? Ternyata, kamu juga bisa berkontribusi pada kelestarian lingkungan melalui konsep hunian, lho! Desain rumah ini makin diminati saat ini karena mengutamakan keberlanjutan. 

Lantas, apa itu rumah ramah lingkungan dan apa saja ciri-cirinya? Simak artikel ini hingga akhir untuk mempelajarinya. 

Apa Itu Rumah Ramah Lingkungan?

image

Rumah ramah lingkungan adalah bangunan yang dibangun dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan, memanfaatkan sumber daya secara efisien, serta menggunakan material yang tidak merusak alam. 

Aspek ini menjadi penting untuk dipertimbangkan karena faktanya, sampah konstruksi dan demolisi bangunan menyumbang jumlah limbah. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Opinion in Green and Sustainable Chemistry menjelaskan bahwa sampah konstruksi dan demolisi berkontribusi sebesar 20–50% terhadap sampah perkotaan di sejumlah negara berkembang. Jika tidak ditangani, sampah-sampah ini dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan longsor di tempat pembuangan akhir (TPA). 

Rumah ramah lingkungan umumnya dibangun untuk mengurangi jejak karbon, mengurangi pemanasan global, dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi penghuninya. Itulah mengapa hunian ini sering dibangun menggunakan material ramah lingkungan, seperti kayu dan bambu, serta memanfaatkan energi secara efisien. 

Bahkan, teknologi yang digunakan di dalamnya juga dirancang ramah lingkungan, misalnya memanfaatkan ruang terbuka hijau sebagai ventilasi alami, menggunakan lampu LED yang hemat energi, serta menggunakan keran hemat air. 

Baca juga: Ciri dan Keunggulan Rumah Minimalis yang Bikin Nyaman 

Ciri-Ciri Rumah Ramah Lingkungan

Apakah hunianmu sudah termasuk ramah lingkungan? Pastikan rumahmu memiliki ciri-ciri rumah ramah lingkungan sebagai berikut:

1. Menggunakan Teknologi Ramah Lingkungan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, rumah ramah lingkungan biasanya memanfaatkan teknologi ramah lingkungan, salah satunya adalah lampu hemat energi. Lampu ini meningkatkan efisiensi energi di rumah serta tidak mengonsumsi banyak energi listrik, sehingga lebih hemat biaya. 

Tidak hanya itu, alat elektronik yang dipilih juga umumnya hemat energi atau memiliki watt yang rendah. Tentunya, hal ini juga disesuaikan dengan luas ruangan. Misalnya, jika kamu ingin menggunakan AC ber-PK rendah, gunakanlah di ruangan kecil agar AC tidak bekerja lebih keras dan mengonsumsi lebih banyak energi. 

2. Menggunakan Material Ramah Lingkungan

Bahan bangunan adalah elemen penting dalam membangun rumah. Yang membedakan rumah ramah lingkungan dengan hunian biasa adalah material yang digunakan merupakan material ramah lingkungan, seperti bambu, kayu, atau material daur ulang. 

3. Menggunakan Energi Terbarukan

Ciri rumah ramah lingkungan selanjutnya adalah menggunakan energi terbarukan, seperti panel surya. Energi terbarukan dapat menjadi sumber energi alternatif karena mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional. 

Jadi, ketika terjadi pemadaman, kamu masih punya cadangan energi dari panel surya. Selain itu, karena kamu membagi sumber listrik hunian antara listrik konvensional dan panel surya, tagihan listrik konvensionalmu dapat lebih hemat. Penggunaan energi terbarukan juga mengurangi jejak karbon sehingga lebih ramah lingkungan.

4. Memanfaatkan Pencahayaan dan Sirkulasi Udara Alami

Ternyata, kamu bisa menghemat energi dengan memanfaatkan pencahayaan alami, lho! Kamu bisa meletakkan jendela dan pintu secara strategis sehingga sinar matahari dan angin bisa masuk secara optimal. 

Alhasil, kamu tidak perlu menyalakan lampu dan pendingin ruangan di siang hari karena sinar matahari dan angin sepoi-sepoi yang masuk ke dalam rumah. Tidak hanya itu, rumah dengan pencahayaan alami juga dinilai lebih sehat karena mencegah pertumbuhan jamur dan lumut akibat kurang terkena cahaya matahari atau terlalu lembap. 

5. Memiliki Sistem Pengelolaan Sampah dan Limbah yang Baik

Selanjutnya, rumah ramah lingkungan memiliki sistem pengelolaan sampah dan limbah yang baik. Setiap sampah dipilah sesuai jenisnya sebelum dibuang. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang sendiri atau diberikan kepada fasilitas daur ulang. 

Selain pengelolaan sampah, rumah ramah lingkungan juga harus memiliki sistem pengolahan limbah yang baik. Misalnya, limbah rumah tangga diolah dalam tangki septik sebelum dibuang ke lingkungan. 

6. Memiliki Area Terbuka Hijau

Tidak hanya pencahayaan alami, rumah ramah lingkungan juga harus memiliki area terbuka hijau. Pada area ini, kamu bisa menanam sayuran, buah-buahan, atau tanaman hias. 

Dengan hadirnya area terbuka hijau, rumah terasa lebih asri dan menyegarkan. Bahkan, sayur dan buah-buahan bisa dimanfaatkan sendiri sehingga lebih hemat anggaran belanja. 

7. Memiliki Kebiasaan Ramah Lingkungan

Ternyata, rumah ramah lingkungan bukan soal konsep semata, tetapi juga tentang kebiasaan. Para penghuninya biasanya memiliki kebiasaan berkelanjutan, seperti gemar mengolah sampah dengan prinsip ekonomi sirkular, menghemat energi, dan memilih kendaraan rendah emisi. 

Tips Membangun Rumah Ramah Lingkungan

image

Jika kamu tertarik membangun rumah ramah lingkungan, ada beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan, yaitu:

  • Menggunakan sumber energi terbarukan, seperti panel surya dan kincir angin. 

  • Membangun green roofs atau atap yang memiliki vegetasi tumbuhan. Green roofs dapat meningkatkan kualitas udara dan mengurangi limpasan hujan. 

  • Memiliki sistem ventilasi dan kontrol kualitas udara. 

  • Mengurangi penggunaan sumber daya baru dan memanfaatkan material daur ulang untuk mengurangi limbah. 

  • Membangun rumah sesuai arah sinar matahari untuk mendapatkan pencahayaan alami. 

  • Memilih bahan bangunan berkualitas untuk menunjang keamanan dan kenyamanan penghuni. 

  • Mengurangi penyerapan panas agar konsumsi energi lebih hemat. 

Baca juga: Arsitektur Pasif, Konsep Rumah Modern Hemat Energi

Penuhi Kebutuhan Bahan Bangunan Rumah Ramah Lingkungan di Megabuild Indonesia!

Rumah ramah lingkungan kini semakin digandrungi karena tidak hanya menunjang kenyamanan, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan. Nah, sebelum membangun rumah ramah lingkungan, pastikan kamu sudah menyiapkan bahan bangunannya!

Di Megabuild Indonesia, kamu bisa berkonsultasi dengan ahlinya untuk menentukan bahan bangunan yang cocok untuk rumah ramah lingkungan. 

Megabuild Indonesia tidak hanya menjadi tempat untuk melihat beragam produk, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berdiskusi secara langsung dengan berbagai profesional di industri, mulai dari arsitek, desainer interior, kontraktor, developer, hingga pelaku usaha di bidang bangunan.

Megabuild Indonesia secara rutin menghadirkan ratusan brand setiap tahunnya yang dapat berasal dari Indonesia maupun dari berbagai negara lainnya.

Di sisi lain, manfaat Megabuild Indonesia tidak hanya dirasakan oleh para pengunjung. Bagi perusahaan, ajang ini dapat menjadi sarana untuk menjangkau pasar yang lebih luas serta memperkenalkan produk kepada calon audiens yang sesuai dengan target pasar mereka.

Melalui partisipasi sebagai exhibitor, perusahaan berkesempatan membangun relasi bisnis, membuka jaringan baru, serta menciptakan peluang kolaborasi dan kerja sama. Potensi tersebut semakin besar karena jumlah pengunjung Megabuild Indonesia tercatat mencapai puluhan ribu orang setiap tahunnya.

Cari tahu informasi lebih lanjut di situs resmi, akun Instagram, dan LinkedIn Megabuild Indonesia!

Baca juga: Mengenal Konsep Rumah Bohemian yang Unik dan Artistik 

Share artikel ini