Skip to content

6 Jenis dan Ukuran Baja Ringan untuk Proyek Konstruksi

Megabuild Indonesia
投稿日 14 hours ago5分で読めます
Ukuran baja ringan bervariasi, tergantung ketebalan, lebar, dan tingginya. Cari tahu jenis dan ukuran baja ringan di sini!

Baja ringan adalah salah satu material yang sering digunakan pada proyek konstruksi karena mudah dipasang, kuat, dan ringan. Namun, penggunaannya tidak bisa sembarangan. Kamu harus mengetahui jenis dan ukuran baja ringan yang tepat agar bisa menopang beban dengan maksimal. 

Artikel ini membahas tentang jenis dan ukuran baja ringan untuk proyek konstruksi. Jadi, simak artikelnya hingga akhir untuk mempelajarinya. 

Jenis dan Ukuran Baja Ringan

image

Terdapat banyak jenis dan ukuran baja ringan di pasaran. Sebagai informasi, baja ringan adalah baja profil yang dibentuk dari proses pendinginan pelat baja. Ketebalan baja ringan berkisar 0,4 mm–6,4 mm. Meskipun cukup tipis, baja ringan tetap kuat untuk digunakan sebagai elemen struktur. 

Salah satu kegunaan baja ringan adalah sebagai rangka atap. Kini, atap tidak hanya bisa disusun oleh rangka kayu. Untuk pilihan yang lebih mudah dipasang dan ringan, kamu bisa menggunakan baja ringan. 

Nah, apa saja jenis dan ukuran baja ringan yang harus diperhatikan? Berikut informasi selengkapnya:

1. Baja Ringan Hollow

Baja ringan hollow terbuat dari galvanis atau galvalum dan berbentuk balok kosong. Jenis baja ini umumnya berukuran 1,5 x 3 cm atau 3 x 3 cm dengan panjang sekitar 4 meter dan ketebalan berkisar antara 0,3 mm hingga 0,4 mm. Baja hollow biasanya digunakan untuk rangka kanopi, dekorasi, atau plafon. 

2. Baja Ringan Kanal C

Baja ringan kanal C terbuat dari galvalum dan berbentuk seperti huruf “C”. Baja ringan ini memiliki fleksibilitas, daya tahan, dan kekakuan yang baik. Jenis baja ini dapat digunakan sebagai rangka tap, struktur dinding, struktur plafon, dan proyek konstruksi ringan seperti garasi. 

Ukuran baja ringan kanal C terbagi berdasarkan jenisnya. Baja ringan kanal C75 memiliki lebar 75 mm, tinggi kaki 28 mm atau 30 mm, panjang 6 m, dan ketebalan 0,65 mm–0,95 mm.

Kemudian, terdapat pula baja ringan kanal C75 klasik yang sama dengan C75, tetapi memiliki ketebalan 0,55 mm–1 mm. Selanjutnya, ada baja ringan kanal C80 dengan lebar 80 mm, ketebalan 0,65 mm–1 mm, dan panjang 6 meter. 

3. Baja Ringan Reng

Baja ringan reng sering kali digunakan sebagai rangka atap penopang genteng. Bentuk baja ringan ini menyerupai trapesium dengan berbagai jenis, seperti R25, R30, R32, dan R34. Baja ringan reng memiliki tinggi sekitar 28 mm–40 mm dan ketebalan sekitar 0,5 mm. Semakin tinggi reng, semakin kuat performanya. 

4. Baja Ringan Kaso

Baja ringan kaso kerap digunakan sebagai rangka atap yang menopang genteng, tepatnya sebagai penguat kuda-kuda. Baja ini memiliki ketebalan 0,75 mm–1 mm. Fungsi baja ringan kaso adalah untuk mendistribusikan beban atap dan memberikan dukungan untuk atap spandek. 

Baca juga: Macam-Macam Ukuran Seng Gelombang & Jenisnya untuk Proyek

5. Baja Ringan Spandek

Baja ringan spandek berbentuk lembaran bergelombang dan berfungsi sebagai penutup kanopi atau atap. Tidak hanya itu, baja ringan ini juga bisa digunakan sebagai pelapis dinding.

Baja ringan yang terbuat dari galvalum ini tahan terhadap korosi, ringan, tahan lama, kukuh, dan dapat menahan cuaca dengan risiko kebocoran yang cukup kecil. Atap spandek hadir dengan berbagai macam pilihan ketebalan, seperti 0,25 mm, 0,3 mm, 0, 35 mm, 0,4 mm, 0,45 mm, 0,5 mm, dan lainnya. Lebar efektif baja ringan ini sekitar 75 cm–100 cm. 

6. Baja Ringan Bondek

Baja ringan bondek umumnya digunakan sebagai tulangan bawah atau pelapis lantai beton (bekisting permanen). Bentuknya bergelombang khas dan dilapisi galvanis.

Bondek memiliki variasi ketebalan (biasanya 0,70 mm) dengan lebar efektif 1.000 mm (1 meter), dan panjang yang bisa disesuaikan kebutuhan. Contoh penulisan ukurannya di pasaran adalah 0,70 mm x 1.000 mm x 3 m, hingga panjang 6 meter. 

Kelebihan Baja Ringan

Baja ringan banyak digunakan di sektor konstruksi bukan tanpa alasan. Baja ringan memiliki sejumlah kelebihan, di antaranya:

  • Mudah dibentuk, dipotong, dan disambungkan.

  • Memiliki daya tahan yang kuat sehingga lebih tahan lama. 

  • Tidak mudah memuai ataupun menyusut.

  • Antirayap dan antikarat. 

  • Ringan sehingga mudah dipasang. 

  • Cukup lentur sehingga bisa menyerap energi lebih besar, namun tetap stabil. 

  • Bisa didaur ulang untuk proyek pembangunan lain selain bentuknya masih bagus, tidak lapuk, dan tidak mengalami penyusutan. 

Baca juga: 5 Ukuran Bata Merah dan Bedanya dengan Bata Ringan & Batako

Tips Memilih Baja Ringan yang Tepat

Kini kamu sudah memahami kelebihan, jenis, dan ukuran baja ringan. Meski begitu, jangan sampai salah memilih jenis baja ringan untuk proyek pembangunanmu. Ikuti tips berikut ini agar tidak salah pilih:

  • Pastikan produk baja ringan memiliki sertifikat resmi dari SNI atau badan standar yang diakui lainnya. 

  • Sesuaikan jenis, ketebalan, dan dimensi yang tepat. Misalnya, untuk membuat rangka atap, kamu bisa menggunakan baja ringan kaso dengan ketebalan 0,75 mm–1 mm. 

  • Belilah produk baja ringan di toko dan distributor tepercaya. 

  • Pilihlah baja ringan yang sudah dilapisi dengan aluminum-zinc sebagai perlindungan tambahan. Semakin tebal lapisannya, semakin tahan lama dan tahan korosi. 

Pertimbangkan Bahan Bangunan untuk Proyek bersama Ahlinya di Megabuild Indonesia

Baja ringan adalah salah satu elemen yang harus diperhatikan pemilihannya agar dapat bekerja dengan baik dan menopang beban dengan optimal. Bagi kamu yang sedang mempersiapkan proyek pembangunan, jangan sampai salah pilih material!

Jangan khawatir, kamu bisa berkonsultasi dan menambah wawasan bersama ahlinya di Megabuild Indonesia! 

Megabuild Indonesia merupakan pameran berskala internasional terbesar di Indonesia yang berfokus pada sektor bahan bangunan, konstruksi, arsitektur, dan desain interior. Setiap tahunnya, ajang ini menghadirkan ratusan brand dari dalam maupun luar negeri.

Pameran ini menjadi wadah pertemuan bagi arsitek, desainer interior, kontraktor, developer, serta pelaku industri bangunan, dan dikunjungi oleh puluhan ribu pengunjung profesional. Jadi, kamu bisa menambah wawasan sekaligus berjejaring dengan ahlinya. 

Selain memberikan manfaat bagi para pengunjung, Megabuild Indonesia juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan produk kepada target audiens yang relevan. Dengan berpartisipasi sebagai exhibitor, perusahaan dapat membangun koneksi dan membuka peluang kerja sama baru.

Catat informasi terbarunya dengan mengunjungi situs resmi, akun Instagram, dan LinkedIn Megabuild Indonesia!

Baca juga: Daftar Ukuran Balok Kayu dan Cara Memilihnya dengan Tepat



この記事をシェア